DPR Diminta Perpanjang Proses Seleksi Calon Hakim MK

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) diminta untuk memperpanjang proses seleksi calon hakim Mahkamah Konstitusi (MK). Saat ini, proses seleksi wawancara hanya berjalan selama lima hari kerja.

“Seleksi wawancara dilaksanakan pada 6-7 Februari 2019. Seleksi juga akan dilakukan oleh dua orang hakim konstitusi aktif yang akan memperpanjang masa jabatannya untuk kedua kali,” ujar Deputi Direktur Indonesian Legal Roundtable (ILR), Erwin Natosmal Oemar, Rabu (6/2).

Atas dasar itu, Erwin beserta Koalisi Masyarakat Sipil untuk Selamatkan MK meminta DPR untuk memperpanjang waktu proses seleksi. Menurut mereka, dalam proses seleksi calon hakim MK DPR belum begitu transparan.

“Meminta DPR untuk memperpanjang waktu untuk menerima masukan publik terhadap masing-masing calon berdasarkan asas kelayakan dan kepatutan,” kata dia.

Menurut koalisi, persoalan jangka waktu juga merupakan salah satu persoalan yang mempengaruhi kualitas dan kuantitas hakim yang terpilih. Dalam sejarah seleksi hakim MK, sambungnya, baru jali ini jangka waktu seleksi dilakukan dengan sangat pendek.

sumber: https://nasional.republika.co.id/berita/nasional/hukum/19/02/06/pmi6i3430-dpr-diminta-perpanjang-proses-seleksi-calon-hakim-mk